Cara Tepat Beternak Jangkrik

Beberapa waktu lalu kita telah membahas budidaya  pembesaran jangkrik. Kali ini kita akan membahas tentang cara pembibitannya. Memang benar banyak kalangan peternak jangkrik hanya sebagai pembesaran saja, karena mereka menganggap membibitkan jangkrik sangatlah repot. Hal ini disebabkan karena sangat rawan dari incaran pemangsa seperti, semut dan cicak. Kali ini saya ada sedikit tips yang patut dicoba terutama bagi para peternak jangkrik yang saat ini hanya melakukan budidaya pembesaran hingga panen. Yang perlu diperhatikan untuk pembibiytan diantaranya :

1. Lokasi budidaya harus tenang, teduh dan menbisa sirkulasi udara yang baik
2. Jauh dari kandang ayam
3. Tidak terkena sinar matahari secara langsung atau berlebihan
4. Bebas dari gangguan predator seperti cicak.
5. Harus jauh dari sarang semut.
6. Kaki tempat pembiakan Jangkrik diberi kain yang diolesi dengan oli agar semur tidak bisa merayap masuk kedalam wadah.

Bibit jangkrik yang digunakan sebaiknya jangkrik dari alam bebas (liar) terutama jangkrik jantan, karena memiliki fisik yang kuat dan umur yang lebih panjang. Karena janggkrik liar sebaiknya bulu dalam dibuang karena bisa terbang dan masih agresif. Untuk jangkrik betina bebas menggunakan jangkrik liar ataupun yang yang dibeli dari pedagang burung atau peternak yang lain. Setelah selama proser pencampuran/perkawinan sediakan wadah berisi pasir untuk tempat jangkrik meletakkan telur. sediakan selalu pakan yang berprotein tinggi dan pakan alami sebagai tambahan. Jangan lupa sediakan dedaunan kering agar jangkrik lebih nyaman, karena jangkrik lebih suka tempat yang agak gelap.  Apabila jangkrik sudah selesai bertelur sekitar 5-7 hari, maka telur dipisahkan dari induknya agar tidak dimakan induknya dan telur siap dipanen. Jadi dari hasil pembibitan ini, bobat bisa mendapatkan dua keuntungan yaitu, telur bisa dijual dan bisa ditetaskan untuk dibesarkan sendiri.

Semoga bermanfaat,, terimakasih. 

Cara Tepat Bertanam Jagung

Jagung memiliki nama latin (Zea mays ssp. mays). Jagung termasuk bahan pokok di indonesia, hal ini sangat di butuhkan untuk membantu ketahanan pangan, di Indonesia banyak olahan warga lokal untuk di olah atau pasca panen guna meningkatkan harga jual yang lebih tinggi.Jagung termasuk tanaman musim, sebagai bahan pokok jagung hidup dengan penyelesaian umur antara 80 – 150 hari. Paruh pertama dari siklus merupakan tahap pertumbuhan vegetatif dan paruh kedua untuk tahap pertumbuhan generatif. Hal ini menunjukan bahwa jagung tergolong pada penanaman dan sasaran pasar. Tinggi dan ukuran jagung sangat beragam tergantung pada jenis varietas dan pada kualitas pemeliharaan. Umumnya tanaman ini berkisar antara 1,5 m sampai 2 m namun bukan itu saja bahkan ada yang lebih tinggi dari ukuran normal hingga mencapai 3,5 m.

Tanaman jagung adalah bahan baku industri pakan dan pangan dan sebagai makanan pokok di beberapa daerah di Indonesia. Dalam bentuk biji utuh, jagung bisa diolah menjadi tepung jagung, beras jagung, dan makanan ringan (pop corn dan jagung marning). Jagung bisa pula diproses menjadi minyak goreng, margarin, dan formula makanan. Pati jagung bisa dipakai sebagai bahan baku industri farmasi dan makanan semacam es krim, kue, dan minuman. Sebab lumayan beragamnya kegunaan dan hasil olahan produksi tanaman jagung tersebut diatas, dan tergolong sebagai komoditi tanaman pangan yang penting, maka butuh ditingkatkan produksinya dengan cara kuantitas, nilai dan ramah lingkungan /berkelanjutan.

Syarat utama dalam menanam Jagung
  1. Tanaman jagung tumbuh di tanah tropic dan sub tropik
  2. Tanaman jagung bisa beradaptasi luas kepada lingkungan tumbuh
  3. Suhu udara 13 -38 derajat celcius
  4. Selagi pertumbuhan, jagung membutuhkan suhu optimum 23-27 derajat celcius (suhu bukan persoalan bagi perkembangan jagung)
  5. Curah hujan optimum yang cukup
  6. Untuk pertumbuhan dan produksi jagung memerlukan penyinaran matahari penuh.
Tanaman Jagung (Zea mays ssp. mays) secara umum tanaman ini mempunyai daya penyesuaian yang baik di daerah tropis seperti di Indonesia. Tanaman ini bisa tumbuh dan berproduksi dengan baik didataran rendah hingga dataran tinggi (pengunungan) yang berketinggian 1800 mdpl. Untuk iklim yang mempengaruhi pertumbuhan tanman jagung (Zea mays ssp. mays) antara lain adalah curah hujan > 1200 mm (S1), suhu 20 – > 26 oC dan penyinaran. Intensitas cahaya matahari adalah hal penting untuk pertumbuhan tanaman jagung selagi pertumbuhannya wajib mendapat cahaya matahari yang cukup. Tanaman Jagung yang ternaungi pertumbuhannya terhambat dan hasil yang tak lebih baik. Tanaman jagung membutuhkan tanah yang bertekstur lempung, lempung berdebu, alias lempung berpasir dengan struktur tanah remah, aerasi dan drainase baik, dan endap air. Kondisi tanah ini bisa memacu pertumbuhan dan produksi jagung bila tanahnya subur, gembur dan kaya bahan organik. Tanah yang ketidak lebihan air bisa memunculkan penurunan produksi jagung hingga 15%. Tanaman jagung tahan kepada pH tanah 5,5 sedangkan pH tanah yang terbaik adalah 6,8. Dari hasil penelitian bahwa reaksi tanah pH 6,8 bisa memunculkan hasil yang tinggi. Pada tanah dengan pH 7,5 dan pH tanah di bawah 5,7 pada jagung cendrung menurun 



Menanam Jagung (Zea mays ssp. mays) umunya  dilahan kering (tegalan) dan lahan basa (sawah). Tanaman jagung di lahan kering umumnya dikaitkan dengan pola tanam yang sesuai pada derah setempat. Sementara peneneman jagung di lahan sawah umumnya  pada musim kemarau seusai panen tanaman padi. Tanaman jagung mempunyai daya penyesuaian yang baik kepada beberapa tipe tanah. Tanah sebagai tempat tumbuh tanaman jagung wajib mempunyai kandungan unsur hara yang cukup. Terdapatnya air dan zat makanan di dalam tanah sangat menujang proses pertumbuhan tanaman hingga produksi.

Semoga bermanfaat, terimakasih,,

Kemeriahan Godong ( 71 NKRI )

Segrobogan - Godong 20/08/2016, tampak tak seperti hari-hari biasa. Pada HUT ke-71 kemarin di desa Godong penuh dengan keceriaan dan hiburan. Sabtu kemarin Godong mengadakan pawai (Karnaval) yang diikuti oleh berbagai instansi dan kelompok masyarakat yang ada diwilayah Kec. Godong. Rute star dari lapangan sepak bola desa Bugel, KUD-Belakang Pasar Godong, Jl.Pemuda, Jl.Brigjen Katamso Kemantren dan Jl.Jend.Sudirman yang berakhir (finis) di Kec. Godong. Berbagai kreatifitas dari pesertapun sangat menarik perhatian para penonton yang ada disepanjang rute Karnaval. Masyarakat Godong sangat antusias, pasalnya tahun lalu di Kec. Godong tidak tidak diadakan Karnaval HUT RI karena terkendala rute karnaval yang saat itu sedang ada proyek pembangunan jalan.

Kemeriahan HUT RI ke- 71 ini tidak sebatas adanya Karnaval, tapi juga ada di setiap Rt maupun Rw yang ada di wilayah godong. Berbagai lomba dan hiburan diadakan untuk memeriahkan HUT RI ke-71 ini, seperti lomba anak-anak, Kebersihan lingkungan (antar Rt), lomba Pucang (panjat Preng/bambu) yang lebih populer disebut panjat Pinang dll. Berikut adalah beberapa gambar kemeriahan HUT RI ke-71 desa Godong.









Tujuan utama dari semua ini adalah untuk mempererat rasa persatuan dan kesatuan, khususnya NKRI dan juga agar kita selalu ingat akan jasa pahlawan yang telah mengorbankan jiwa raga untuk Merdeka, kitapun harus meneruskan perjuangan mereka disegala bidang.

Semoga bermanfaat, terimakasih,,,!!!

Info ternak...
Info Bertanam 

Sejarah Pramuka di Indonesia

Kenyataan sejarah menunjukkan bahwa pemuda Indonesia mempunyai saham besar dalam pergerakan perjuangan kemerdekaan Indonesia serta ada dan berkembangnya pendidikan kepramukaan nasional Indonesia. Dalam perkembangan pendidikan kepramukaan itu tampak adanya dorongan dan semangat untuk bersatu, namun terdapat gejala adanya berorganisasi yang Bhinneka.

Organisasi kepramukaan di Indonesia dimulai oleh adanya cabang "Nederlandse Padvinders Organisatie" (NPO) pada tahun 1912, yang pada saat pecahnya Perang Dunia I memiliki kwartir besar sendiri serta kemudian berganti nama menjadi "Nederlands-Indische Padvinders Vereeniging" (NIPV) pada tahun 1916.
Organisasi Kepramukaan yang diprakarsai oleh bangsa Indonesia adalah "Javaanse Padvinders Organisatie" (JPO); berdiri atas prakarsa S.P. Mangkunegara VII pada tahun 1916.
Kenyataan bahwa kepramukaan itu senapas dengan pergerakan nasional, seperti tersebut di atas dapat diperhatikan pada adanya "Padvinder Muhammadiyah" yang pada 1920 berganti nama menjadi "Hisbul Wathon" (HW); "Nationale Padvinderij" yang didirikan oleh Budi Utomo; Syarikat Islam mendirikan "Syarikat Islam Afdeling Padvinderij" yang kemudian diganti menjadi "Syarikat Islam Afdeling Pandu" dan lebih dikenal dengan SIAP, Nationale Islamietishe Padvinderij (NATIPIJ) didirikan oleh Jong Islamieten Bond (JIB) dan Indonesisch Nationale Padvinders Organisatie (INPO) didirikan oleh Pemuda Indonesia. Hasrat bersatu bagi organisasi kepramukaan Indonesia waktu itu tampak mulai dengan terbentuknya PAPI yaitu "Persaudaraan Antara Pandu Indonesia" merupakan federasi dari Pandu Kebangsaan, INPO, SIAP, NATIPIJ dan PPS pada tanggal 23 Mei 1928.
Federasi ini tidak dapat bertahan lama, karena niat adanya fusi, akibatnya pada 1930 berdirilah Kepanduan Bangsa Indonesia (KBI) yang dirintis oleh tokoh dari Jong Java Padvinders/Pandu Kebangsaan (JJP/PK), INPO dan PPS (JJP-Jong Java Padvinderij); PK-Pandu Kebangsaan).
PAPI kemudian berkembang menjadi Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia (BPPKI) pada bulan April 1938. Antara tahun 1928-1935 bermuncullah gerakan kepramukaan Indonesia baik yang bernafas utama kebangsaan maupun bernafas agama. kepramukaan yang bernafas kebangsaan dapat dicatat Pandu Indonesia (PI), Padvinders Organisatie Pasundan (POP), Pandu Kesultanan (PK), Sinar Pandu Kita (SPK) dan Kepanduan Rakyat Indonesia (KRI). Sedangkan yang bernafas agama Pandu Ansor, Al Wathoni, Hizbul Wathon, Kepanduan Islam Indonesia (KII), Islamitische Padvinders Organisatie (IPO), Tri Darma (Kristen), Kepanduan Azas Katholik Indonesia (KAKI), Kepanduan Masehi Indonesia (KMI). Sebagai upaya untuk menggalang kesatuan dan persatuan, Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia BPPKI merencanakan "All Indonesian Jamboree". Rencana ini mengalami beberapa perubahan baik dalam waktu pelaksanaan maupun nama kegiatan, yang kemudian disepakati diganti dengan "Perkemahan Kepanduan Indonesia Oemoem" disingkat PERKINO dan dilaksanakan pada tanggal 19-23 Juli 1941 di Yogyakarta.

Masa Bala Tentara Dai Nippon
"Dai Nippon" ! Itulah nama yang dipakai untuk menyebut Jepang pada waktu itu. Pada masa Perang Dunia II, bala tentara Jepang mengadakan penyerangan dan Belanda meninggalkan Indonesia. Partai dan organisasi rakyat Indonesia, termasuk gerakan kepramukaan, dilarang berdiri. Namun upaya menyelenggarakan PERKINO II tetap dilakukan. Bukan hanya itu, semangat kepramukaan tetap menyala di dada para anggotanya.
Masa Republik Indonesia. Sebulan sesudah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, beberapa tokoh kepramukaan berkumpul di Yogyakarta dan bersepakat untuk membentuk Panitia Kesatuan Kepanduan Indonesia sebagai suatu panitia kerja, menunjukkan pembentukan satu wadah organisasi kepramukaan untuk seluruh bangsa Indonesia dan segera mengadakan Konggres Kesatuan Kepanduan Indonesia. Kongres yang dimaksud, dilaksanakan pada tanggal 27-29 Desember 1945 di Surakarta dengan hasil terbentuknya Pandu Rakyat Indonesia. Perkumpulan ini didukung oleh segenap pimpinan dan tokoh serta dikuatkan dengan "Janji Ikatan Sakti", lalu pemerintah RI mengakui sebagai satu-satunya organisasi kepramukaan yang ditetapkan dengan keputusan Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan No.93/Bag. A, tertanggal 1 Februari 1947. Tahun-tahun sulit dihadapi oleh Pandu Rakyat Indonesia karena serbuan Belanda. Bahkan pada peringatan kemerdekaan 17 Agustus 1948 waktu diadakan api unggun di halaman gedung Pegangsaan Timur 56, Jakarta, senjata Belanda mengancam dan memaksa Soeprapto menghadap Tuhan, gugur sebagai Pandu, sebagai patriot yang membuktikan cintanya pada negara, tanah air dan bangsanya. Di daerah yang diduduki Belanda, Pandu Rakyat dilarang berdiri,. Keadaan ini mendorong berdirinya perkumpulan lain seperti Kepanduan Putera Indonesia (KPI), Pandu Puteri Indonesia (PPI), Kepanduan Indonesia Muda (KIM).

Masa perjuangan bersenjata untuk mempertahankan negeri tercinta merupakan pengabdian juga bagi para anggota pergerakan kepramukaan di Indonesia, kemudian berakhirlah periode perjuangan bersenjata untuk menegakkan dan mempertahakan kemerdekaan itu, pada waktu inilah Pandu Rakyat Indonesia mengadakan Kongres II di Yogyakarta pada tanggal 20-22 Januari 1950. Kongres ini antara lain memutuskan untuk menerima konsepsi baru, yaitu memberi kesempatan kepada golongan khusus untuk menghidupakan kembali bekas organisasinya masing-masing dan terbukalah suatu kesempatan bahwa Pandu Rakyat Indonesia bukan lagi satu-satunya organisasi kepramukaan di Indonesia dengan keputusan Menteri PP dan K nomor 2344/Kab. tertanggal 6 September 1951 dicabutlah pengakuan pemerintah bahwa Pandu Rakyat Indonesia merupakan satu-satunya wadah kepramukaan di Indonesia, jadi keputusan nomor 93/Bag. A tertanggal 1 Februari 1947 itu berakhir sudah. Mungkin agak aneh juga kalau direnungi, sebab sepuluh hari sesudah keputusan Menteri No. 2334/Kab. itu keluar, maka wakil-wakil organi-sasi kepramukaan menga-dakan konfersensi di Ja-karta. Pada saat inilah tepatnya tanggal 16 September 1951 diputuskan berdirinya Ikatan Pandu Indonesia (IPINDO) sebagai suatu federasi.
Pada 1953 Ipindo berhasil menjadi anggota kepramukaan sedunia. Ipindo merupakan federasi bagi organisasi kepramukaan putera, sedangkan bagi organisasi puteri terdapat dua federasi yaitu PKPI (Persatuan Kepanduan Puteri Indonesia) dan POPPINDO (Persatuan Organisasi Pandu Puteri Indonesia). Kedua federasi ini pernah bersama-sama menyambut singgahnya Lady Baden-Powell ke Indonesia, dalam perjalanan ke Australia.
Dalam peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan RI yang ke-10 Ipindo menyelenggarakan Jambore Nasional, bertempat di Ragunan, Pasar Minggu pada tanggal 10-20 Agustus 1955, Jakarta.   Ipindo sebagai wadah pelaksana kegiatan kepramukaan merasa perlu menyelenggarakan seminar agar dapat gambaran upaya untuk menjamin kemurnian dan kelestarian hidup kepramukaan. Seminar ini diadakan di Tugu, Bogor pada bulan Januari 1957. Seminar Tugu ini meng-hasilkan suatu rumusan yang diharapkan dapat dijadikan acuan bagi setiap gerakan kepramukaan di Indonesia. Dengan demikian diharapkan ke-pramukaan yang ada dapat dipersatukan. Setahun kemudian pada bulan Novem-ber 1958, Pemerintah RI, dalam hal ini Departemen PP dan K mengadakan seminar di Ciloto, Bogor, Jawa Barat, dengan topik "Penasionalan Kepanduan". Kalau Jambore untuk putera dilaksanakan di Ragunan Pasar Minggu-Jakarta, maka PKPI menyelenggarakan perkemahan besar untuk puteri yang disebut Desa Semanggi bertempat di Ciputat. Desa Semanggi itu terlaksana pada tahun 1959. Pada tahun ini juga Ipindo mengirimkan kontingennya ke Jambore Dunia di MT. Makiling Filipina.


LAHIRNYA GERAKAN PRAMUKA
Gerakan Pramuka lahir pada tahun 1961, jadi kalau akan menyimak latar belakang lahirnya Gerakan Pramuka, orang perlu mengkaji keadaan, kejadian dan peristiwa pada sekitar tahun 1960. Dari ungkapan yang telah dipaparkan di depan kita lihat bahwa jumlah perkumpulan kepramukaan di Indonesia waktu itu sangat banyak. Jumlah itu tidak sepandan dengan jumlah seluruh anggota perkumpulan itu. Peraturan yang timbul pada masa perintisan ini adalah Ketetapan MPRS Nomor II/MPRS/1960, tanggal 3 Desember 1960 tentang rencana pembangunan Nasional Semesta Berencana. Dalam ketetapan ini dapat ditemukan Pasal 330. C. yang menyatakan bahwa dasar pendidikan di bidang kepanduan adalah Pancasila. Seterusnya penertiban tentang kepanduan (Pasal 741) dan pendidikan kepanduan supaya diintensifkan dan menyetujui rencana Pemerintah untuk mendirikan Pramuka (Pasal 349 Ayat 30). Kemudian kepanduan supaya dibebaskan dari sisa-sisa Lord Baden Powellisme (Lampiran C Ayat 8). Ketetapan itu memberi kewajiban agar Pemerintah melaksanakannya. Karena itulah Pesiden/Mandataris MPRS pada 9 Maret 1961 mengumpulkan tokoh-tokoh dan pemimpin gerakan kepramukaan Indonesia, bertempat di Istana Negara. Hari Kamis malam itulah Presiden mengungkapkan bahwa kepanduan yang ada harus diperbaharui, metode dan aktivitas pendidikan harus diganti, seluruh organisasi kepanduan yang ada dilebur menjadi satu yang disebut Pramuka. Presiden juga menunjuk panitia yang terdiri atas Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Menteri P dan K Prof. Prijono, Menteri Pertanian Dr.A. Azis Saleh dan Menteri Transmigrasi, Koperasi dan Pembangunan Masyarakat Desa, Achmadi. Panitia ini tentulah perlu sesuatu pengesahan. Dan kemudian terbitlah Keputusan Presiden RI No.112 Tahun 1961 tanggal 5 April 1961, tentang Panitia Pembantu Pelaksana Pembentukan Gerakan Pramuka dengan susunan keanggotaan seperti yang disebut oleh Presiden pada tanggal 9 Maret 1961.

Ada perbedaan sebutan atau tugas panitia antara pidato Presiden dengan Keputusan Presiden itu. Masih dalam bulan April itu juga, keluarlah Keputusan Presiden RI Nomor 121 Tahun 1961 tanggal 11 April 1961 tentang Panitia Pembentukan Gerakan Pramuka. Anggota Panitia ini terdiri atas Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Prof. Prijono, Dr. A. Azis Saleh, Achmadi dan Muljadi Djojo Martono (Menteri Sosial). Panitia inilah yang kemudian mengolah Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, sebagai Lampiran Keputusan Presiden R.I Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961 tentang Gerakan Pramuka sebagai satu-satunya organisasi kepanduan yang ditugaskan menyelenggarakan pendidikan kepanduan bagi anak-anak dan pemuda Indonesia, serta mengesahkan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka yang dijadikan pedoman, petunjuk dan pegangan bagi para pengelola Gerakan Pramuka dalam menjalankan tugasnya. Tanggal 20 Mei adalah; Hari Kebangkitan Nasional, namun bagi Gerakan Pramuka memiliki arti khusus dan merupakan tonggak sejarah untuk pendidikan di lingkungan ke tiga. Pernyataan para wakil organisasi kepanduan di Indonesia yang dengan ikhlas meleburkan diri ke dalam organisasi Gerakan Pramuka, dilakukan di Istana Olahraga Senayan pada tanggal 30 Juli 1961. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI IKRAR GERAKAN PRAMUKA.

Semoga bermanfaat, terimakasih

Lomba Jambore Ranting Godong Kabupaten Grobogan


Segrobogan-  Pramuka Penggalang SD/MI se Kecamatan Godong mengikuti Jambore Penggalang SD/MI tingkat Kwarran Godong di lapangan sepakbola Desa Kemloko. Jambore berlangsung selama 3 (tiga) hari sejak Senin(13/8) dan berakhir Senin (215/8) kemarin. Jambore Penggalang SD/MI diikuti  SD, MI, SMP dan MTs se-Kecamatan Godong. Jambore tingkat SD, MI, SMP dan MTs Kwartir Ranting Godong tahun 2016 diisi beragam kegiatan diantaranya Wide Game, Lomba, Out Bond, Pentas Seni, Lomba LCTP Pramuka dll. Dalam lomba tersebut diambil  untuk juara 1-3 mendapatkan piala. Juara 1 diraih oleh SD Manggarmas, Juara 2 diaraih SD Kemloko 1 dan Juara 3 Diraih oleh SD Islam YATPI Godong.  



Kegiatan Jamran tingkat SD/MI ini merupakan kegiatan positif yang akan menghasilkan kader-kader Pramuka dan diharapkan memiliki prinsip dasar kepramukaan dan metode kepramukaan. Dengan adanya kegiatan kepramukaan yang dilandasi prinsip dasar kepramukaan dan metode kepramukaan inilah akan dihasilkan peserta didik yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, memiliki kepedulian terhadap sesama manusia dan lingkungan hidup serta mau mengamalkan Dasa Darma Pramuka.

Cara Tepat Menanam Semangka

Karena banyaknya permintaan, kini banyak orang yang bertanam semangka. Namun, untuk mendapatkan hasil optimal, perlu diketahui cara budidaya tanaman tersebut, sesuai dengan petunjuk teknis. Terutama yang paling awal perlu dilakukan adalah mempertimbangkan varietas apa yang akan ditanam. Varietas yang digunakan selain harus sesuai dengan yang diminati pasar, tentu saja harus cocok dengan daerah tempat penanaman. Saat ini kebanyakan petani semangka menggunakam varietas unggul.
Hal yang juga harus diperhatikan diantaranya adalah waktu tanam. Waktu tanam biasanya dilakukan setelah panen padi MT1 (sekitar Februari – Maret) atau setelah panen padi MT2 (Juni – Juli). Keduanya harus memperitungkan sumber air dan pembuangan atau drainase. Juga kecendrungan hama dan penyakitnya, karena di tiap masa pertanaman itu berbeda pula jenis hamanya. Ketika menanam masih banyak hujan, penyakit tanaman akan lebih merepotkan dibandingkan musim kemarau. Kemudian pengolahan tanah pengolahan tanah.Tanah diolah sebagian saja, hanya pada jalur bedengan selebar 100-120 cm untuk yang menggunakan mulsa plastik, dan cukup 60-70 cm untuk yang menggunakan mulsa jerami. Buat pola, persiapan got, bedengan dan parit dengan ukuran got lebar 40 cm, dan dalam 30 cm. Bedenganlebar 2,5 m untuk sistem tunggal dan 5-6 m muntuk sistem bedengan ganda, tinggi 30 cm pada sisi got, 15 cm pada sisi parit. Sementara lebar parit 20 cm dan dalam 15 cm. Pengolahan tanah harus selesai sebelum bibit siap tanam, mengingat semangka adalah tanaman semusim yang berumur pendek. Bibit yang ditanam terlambat akan mengganggu pertumbuhan.
 
Waktu pembenihan pilih verietas benih yang baik sesuai kebutuhan pasar. Kecambahkan lebih dahulu pada piring atau alat sejenis, dilapisi kain atau kertas koran, lalu benih ditabur rapat-rapat dan ditutup lagi dengan kain atau kertas koran. Setelah itu dibasahi dan ditaruh di tempat yang aman dan tidak terkena sinar matahari langsung. Kontrol tingkat kebasahan media bibit. Bibit yang terlalu basah justru membuat kondisi perakaran kurang sehat, sebaliknya apabila terlalau kering bibit tumbuh kerdil. Kontrol bibit dari serangan kutu daun dan kepik pemakan daun. Dua jenis hama tersebut sering mengganggu pembibitan semangka. Selanjutnya penanaman. Bibit yang siap tanam setelah berdaun penuh dua helai, kira-kira umur 20 hari. Jika semangka ditanam menjalar, maka disediakan bedengan dan bedeng jalar. Tiap bedengan hanya satu baris dengan jarak 60 cm. Penanaman diusahakan pangkal batang di permukaan bedeng, jangan terlampau dalam atau jangan pula terlampau dangkal. Siram agar tanaman baru tersebut tidak layu. Pemeliharaan tanaman semangka dengan mengontrol tingkat kebasahan bedengan. Sewaktu tanaman masih kecil cukup disiram, apabila sudah besar air got dilebihi sampai setinggi bedeng, apabila air sudah meresap dalam bedeng got dibuka sehingga air keluar dan dibuang secepatnya. Apabila sudah berbuah, buah yang muncul diseleksi, tinggalkan dua buah tiap batang untuk semangka ukuran besar dan ditinggalkan tiga buah untuk jenis semangka ukuran sedang dan kecil. Selalu dibolak balik posisi buah semangka supaya warna kulitnya merata.


Mengontrol hama dan penyakit. Hama pada umumnya adalah kutu daun, menghisap cairan daun, menularkan virus yang mengakibatkan daun keriting. Kemudian hama tungau, menghisap daun hingga menjadi kaku berbentuk tidak normal, tanaman kerdil, buah kecil-kecil. Ada juga ulat penggerek daun dan buah. Hama ini memakan daun buah terutama kulit buah sehingga menurunkan kulit buah. Biasanya penyakit tanaman ini adalah karat daun, menyerang dari daun tua menular ke daun yang lebih muda. Gejala daun terserang, terdapat trotol kuning melebar merubah menjadi coklat dan semakin gelap. Serangan berkembang sangat cepat apabila pengendalian dengan fungisida tidak segera dilakukan. Pengendalianya dengan drainase baik, sehingga kebun tidak terlalu lembab.


Pada umumnya semangka sudah dapat dipanen sejak umur 70-100 hari, namun waktu panen juga dipengaruhi berbagai faktor seperti cara perawatan, kondisi tanah/media tanam, kualitas bibit yang dipakai serta iklim yang mempengaruhi. Namun ciri yang umum semangka sudah bisa dipanen adalah buah yang sudah cukup besar dan menjelang matang, batang yang mulai mengecil serta terjadinya perubahan warna pada buah. Waktu yang paling cocok untuk panen adalah saat cuaca cerah serta tidak berawan sehingga permukaan kulit semangka tetap kering dan bisa tahan lama saat disimpan maupun dibawa oleh pembeli.


Semoga Bermanfaat, terimakasih

Info ternak...
Info Bertanam 

Sejarah Singkat Berdiri Dan Berkembangnya YATPI Godong

Dengan rahmad dan ridho Allah SWT  Yayasan Taman Pendidikan Islamiyah ( YATPI ) Godong mulai memancarkan sinarnya sejak tahun 1932, diawali dari Perkumpulan / Jam’iyatul hasanah Godong-Bugel, mereka sepakat untuk mendirikan Madrasah “Tarbiyatus Syar’iyyah” yang bertempat di Serambi Masjid Baitus Salam Godong yang diprakarsai oleh Al-maghfurlah Simbah Kyai Muhammad Isa bersama tokoh-tokoh agama sekitarnya, Tidak lama kemudian beliau wafat pada tahun 1933. kemudian pada Zaman Pendudukan Jepang Madrasah di Tutup Sementara  Karena situasi perang Dunia II.
Dengan ketulusan dan keikhlasan hati, tahun 1943 Madrasah dibuka kembali, Alhamdulillah perkembangan pendidikan diteruskan oleh putranya yaitu Simbah KH. Muhammad Sofwan Isa  mengalami perkembangan sampai di luar daerah Kabupaten Grobogan. sampai  dengan tahun 1971 telah berdiri beberapa sekolahan antara lain ; Madrasah Diniyah, TK, SD Islam, Mualimin, dan Mualimat, PGA, pada tahun 1973 sehingga diberi nama Taman Pendidikan Islam (TPI) melihat perkembangan dan kemajuan yang begitu pesat, dan agar mempunyai kekuatan hukum yang pasti beliau berusaha untuk memiliki Akte Notaris Yayasan. maka pada tahun 1973 Alhamdulilah menjadi sebuah Yayasan Taman Pendidikan Islamiyah yang disingkat (YATPI) dengan akte notaris No. 2 Tanggal, 4 – April – 1973,
Ø  Kemudian Pada Tahun 1974 berdirilah SMP YATPI Godong.
Ø  Dan Tahun 1977 PGA 4 tahun berubah menjadi MTs YATPI dan  PGA 6 Tahun berubah menjadi MA YATPI.
Ø  Kemudian pada tahun 1980 beliau bersama-sama Pengurus mendirikan SMA YATPI masuk siang karena kekurangan Ruang kelas, dengan guru sebagian dari SMA 1 & SMA II Purwodadi.
Ø  Pada bulan Juli 1994 YATPI mulai membangun 4 ruang  dengan Ukuran 8x 7,5 dan 2 WC dan Tempat Kencing Serta 1 Kamar Mandi di tanah Lokasi Kampus II Kemantren - Godong. Dan Mulai saat itulah YATPI mempunyai 2 lokasi yaitu ;
*    Lokasi Kampus I YATPI Alamat : Jln Jend. Sudirman No. 102 Kauman Godong
      Ditempati : 1. PAUD-TK YATPI 
                       2. SD Islam YATPI
                       3. SMP YATPI
                       4. MTs YATPI
                       5. Madrasah Aliyah (MA)YATPI  Jurusan IPA & IPS
                       6. MADIN dan Pondok Pesantren.
*    Lokasi Kampus II YATPI Alamat :  Jln. Brigj. Katamso Km. 01 Kemantren-Godong
      Ditempati :  1.SMA dengan 2 jurusan IPA & IPS
  2.SMK  dengan 4 Jurusan ( Otomitif, Listrik, Tt. Busana & Akuntansi)
Ø  Melihat perkembangan dunia pendidikan yang semakin maju, menantu Simbah KH. Mohammad Sofwan Isa memberikan masukan untuk mendirikan Sekolah Tehnik Mesin (STM) masuk siang, Akhirnya dengan kerja keras Pengurus Yayasan saat itu berdirilah STM YATPI yang sekarang menjadi SMK YATPI Godong dengan Ijen Opersional Kepala Kantor Wilayah Propinsi Jawa Tengah  Drs. SOEPARTO D. No.; 0946/I03/I/97 Tanggal, 4 Juni 1997
Semoga anak-anak kita kelak memperoleh ilmu yang bermanfaat untuk bekal mengabdi di masyarakat, pemerintah dan Agama. berkah do’a para Pendiri,  Tokoh Agama, Pengurus, Bapak/Ibu Guru, serta Bapak/Ibu wali murid sekolah - sekolah YATPI Godong, dan Pada akhirnya YATPI Tetap eksis dan abadi hingga akhir Zaman.  Jazakumullah khoiron jaza, Amin.
Uraian singkat diambil dari
                                                                              Buku Sejarah 50 Tahun berdirinya YATPI Godong

Info ternak...
info bertanam...

Sejarah Munculnya Candi Borobudur

Candi Borobudur merupakan salah satu peninggalan pada masa dinasti Syailendra tahun 825 M. Candi Borobudur adalah candi Budha yang dibangun oleh Raja Samaratungga yang terletak di muntilan Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Nama Borobudur berasal dari dua kata yaitu Bhoro dan Budur. Dalam bahasa Sansekerta Bhoro yang berarti biara. Sedangkan Budur berasal dari kata Beduhur yang berarti diatas, dengan demikian Borobudur berarti Biara yang ada diatas. Ada juga yang mengatakan Borobudur berarti biara yang terletak di tempat tinggi. Kurang lebih seperti Punden Berundak peninggalan Zaman Pra Sejarah (tempat pemujaan/berdo'a). Candi Borobudur berbentuk punden berundak terdiri dari 10 tingkat. Enam tingkat paling bawah berbentuk persegi dan tiga tingkat di atasnya berbentuk lingkaran dan satu tingkat tertinggi yang berupa stupa induk. 
1. Kamadhatu, enam tingkat dasar Borobudur, melambangkan kehidupan manusia yang penuh dengan nafsu. Relief ini melambangkan kaarma manusia yang disebut Karmawibhangga.
2. Rupadhatu, tiga tingkat di atasnya, melambangkan manusia yang telah dapat membebaskan diri dari nafsu namun masih terikat dengan keduniawian, yang menunjukkan kehidupan dari Boddhitsattwa. Relief pada Rupadatu adalah Lalitawistara
3. Arupa, bagian paling atas yang melambangkan ke-Buddhaan (Kesempurnaan). Pada tingkatan ini tidak terdapat relief karena menunjukkan tingkatan manusia mencapai alam nirwana.
Setiap tingkatan memiliki relief yang cenceritakan secara urut bila berjalan searah jarum jam (arah kiri - kanan ). Pada reliefnya Borobudur bercerita tentang kisah diantaranya  Ramayana, ada  relief yang menggambarkan kondisi masyarakat saat itu, seperti aktivitas petani yang mencerminkan tentang kemajuan sistem pertanian saat itu dan relief kapal layar yang menggambarkan kemajuan pelayaran waktu itu. Keseluruhan relief yang ada di candi Borobudur mencerminkan ajaran sang Budha.
Ratusan tahun lalu,  candi Borobudur ini masih berupa hutan belukar yang oleh penduduk sekitarnya disebut Redi Borobudur. Untuk pertama kalinya, nama Borobudur diketahui dari naskah Negarakertagama karya Mpu Prapanca pada tahun 1365 Masehi, disebutkan tentang biara di Budur. Kemudian pada Naskah Babad Tanah Jawi (1709-1710). Pada pada tahun 1758, resebar berita tentang seorang pangeran dari Yogyakarta, yakni Pangeran Monconagoro, yang berminat melihat arca seorang ksatria yang terkurung dalam sangkar. Pada tahun 1814 Thomas Stamford Raffles mendapat berita dari tentang adanya bukit yang dipenuhi dengan batu-batu berukir. Berdasarkan berita itu Raffles mengutus Cornelius, seorang pengagum seni dan sejarah, untuk membersihkan bukit itu. Setelah dibersihkan selama dua bulan dengan bantuan 200 orang penduduk, bangunan candi semakin jelas dan pemugaran dilanjutkan pada 1825. Pada 1850, Residen Kedu Hartman Membuka stupa induknya

Dulu bentuk Candi Borobudur tidak seperti yang sekarang, berkali-kali dilakukan pemugaran. Pemugaran dilakukan dengan dasar falsafah kemiripan candi yang ada di India dan Srilangka, sehingga kita dapat melihat bentuk candi Borobudur yang utuh hingga saat ini.

Semoga bermanfaat,, terimakasih.

Info ternak...
info bertanam...

Kategori

Kategori